United States of America Lollypop
“Namanya juga dunia permen"
Amerika adalah negara gila, selalu saja membikin kejutan buatku, bahkan hal yang sangat sepele dan teramat remeh-temeh, adalah mengenai permen (gula-gula) Lollipop tradisional bikinan Disneyland. Rasanya memang enak tapi harganya tidak masuk akal setelah difikir-fikir. Dengan memperbandingkan materi barang dan harga maka enaknya menjadi tidak lagi sungguh-sungguh bisa dirasakan.
2 USD,untuk harga sebuah permen bulat dengan diameter 5 cm-an, bergambar Micky Mouse dengan warna permen yang berwarna-warni dengan tusuk permen yang terbuat dari kayu. 2 dollar harga kurs sekarang kurang lebih adalah Rp.20.000,- orang gila mana di Indinesia yang akan mau mengeluarkan harga seperti itu hanya untuk membeli permen, yang dalam hitungan menit kita kunyah dia akan musnah. Dengan Rp. 20.000,- sepertinya kita lebih bisa mendapatkan hal yang lebih bermanfaat dibandingkan sebuah permen bikinan negara United of America.
Fakta yang sinting tapi tidak bisa disangkal, Amerika bisa menjual permen dengan harga Rp.20.000,- sementara permen yang hampir mirip dengan permen itu di Indonesia dinamakan gulali paling banter hanya bisa dijual Rp. 1000,- . Dan kalaupun saya boleh memperbandingkan lollipop dan gulali, enakan dimana-mana gulalinya, lebih cocok dihati dan lebih cocok dilidah dan harga yang lebih manusiawi.
Uh,… ternyata Amerika tidak hanya jenius diberbagai aspek terutama tata kepemerintahanya dengan penciptaan konstitusi sistem pemerintahan Federalisme, dan peng-ekspor demokrasi “mutu terbagus”, tetepi juga jenius meng-create permen dengan harga sinting.
Logikanya,dari harga permen saja kita sudah mendapatkan perbedaan yang signifikan, bagaimana mungkin kami orang Indonesia pada khususnya dan masyarakat dunia berkembanga dan terbelakang pada umumnya bisa mengkuti ”standar berkehidupan” yang anda ekspor kenegara kami dalam berbagai bentuk baik itu materi atupun bentuk dunia cita yang anda paksakan ke dalam kehidupan kita semua ( berkembang ,maupun terbelakang). Maksud anda baik untuk mengajak kita semua mendapatkan hidup yang “layak” seperti anda akan tetapi cara anda cukup memuakkan untuk “kesehatan” kehidupan kita semua. Dan inilah realitas. Kita boleh meng-afirmasi dengan mengamini apa yang ada mengenai kesleboran Amerika, atau kita meng-afirmasi dengan melakukan hal apapun untuk memberikan “perlawanan” yang kita bisa, dengan cara apapun yang kita bisa untuk mengambil hak-hak dari hidup kita. Dimana kedaulatan hidup kita dan kedaulatan bangsa ini telah diambil oleh mereka dengan fakta formal maupun materiil segala sesuatu yang tidak mengikuti standar dari keinginan Amerika adalah dianggap tidak lazim.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sama jeniusnya dengan bangsa Amerika, bila mana diberi kesempatan untuk bertumbuh-kembang membangun tradisinya, Amerika biarkanlah kami tumbuh dewasa dengan cara kami, bukan dengan cara anda, dengan itu akan lebih ada manfaat untuk kami dari pada kami harus anda ajari untuk menjadi dewasa, saat dewasa nanti kita akan bisa lebih mendatangkan kebaikan untuk perihal hubungan kita dalam mambangun peradaban kemanusiaan yang sehat, dimana itu adalah impian setiap bangsa. “Please trust me uncle sam”. Kami bisa menciptakan Ius contituendum yang kita impikan, untuk menjadi landasan bagi kita berpijak dalam menciptakan peradaban sehebat anda.


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home